My Long Journey

03.03.19

Ketika sebuah pertahanan runtuh. Entahlah musti bersyukur atau terpaku.

Tidak banyak alasan, tak tau harus menyesal atau tidak. Yg ingin kulakukan hanyalah menyimpannya hingga ALLAH mengendingkan semua.

BISMILLAH.

Tetap berprasangka baik padanya, pada ALLAH pemiliknya, dan pada apa yg kurasa.

Bogor 02.03.19

Advertisements
My Long Journey

25.02.19

TAKE and GIVE

Dalam sebuah hubungan, apapun itu perlu adanya take n give, selain kepercayaan dan kejujuran. LIKE or DISLIKE harus dipupuk dari awal.

Tidak adil rasanya jika ada sebuah pembenaran atas dasar sebuah rasa. Jatuhnya menjadi subjektif.

Sedangksn objektif adalah yg menguatkan, karena berdasarkan kejujuran hati dan apa yg terlihat.

Terkadang timbul sebuah pertanyaan. Jika orang lain boleh menyusup masuk ke area pribadi/privacy, apakah salah jika menjadi terjadi hal yg sama?

Namun keakraban tidak menjadi sebuah jaminan. Dan semua ini butuh proses untuk saling PERCAYA.

Catatan 26.02.19

Bogor Jakarta

My Long Journey

08.02.19

Hari ini… Mejikuhibiniu

Rasanya butuh sholder untuk nyender sambil menghela nafas perlahan tanpa ada keluhan dan sebuah pelukan dari seseorang yang sampai sekarang masih rahasia Allah.

NO WEAK, NO TEARS AND MUST BE STRONGER

Bolehlah ya kalau setetes, namanya juga perempuan

Duuh pot bunga kenapa diem disitu sih bukan teriak AWAS gituuh

My Long Journey

03.02.19

Berdamai dengan hati

Sejak ibunya dirawat karena penyakit jantung, ada rasa gundah yg sulit untuk diungkapkan. Memaapkan namun masih ada dendam, teringat bagaimana dulu memberikan harapan yg ternyata palsu.

Semakin lama semakin faham akan ketentuan Allah, perlahan rasa benci berangsur menjadi ikhlas, teringat mama bilang bahwa tidak baik menyimpan dendam dan lebih baik memaapkan agar Allah mempermudah semua usaha kita.

Ketulusan yang terpancar dari sorot matanya saat meminta maap membuatku luluh, dan berjanji untuk senantiasa menjaga silaturahmi dengan menyimpan nomornya.

Allah memberikan lupa ternyata. Baru hari ini teringat janji untuk menanyakan kabar sekaligus memberitahu nomorku.

Dan setelah janji itu terlaksana.. hati ini terasa sejuk. Semoga bisa kembali bersih tanpa ada rasa dendam dan sakit hati yang sudah sekian tahun tersimpan rapih.

Astagfirullah.. Astagfirullah.. Astagfirullah..

My Long Journey

02.01.19

Bismillah..

Bulan kedua di tahun 2019.

Minggu terberat setelah sebuah percakapan yang cukup membuat hati menjadi biru.

“Tidak ingin menikah, terlalu pilih-pilih”

Dua kalimat yang sering membuatku berlinang air mata dan dadaku terasa sesak dan kemudian akan menangis terisak.

“Mereka ga tau ya Wink, usaha Ipie kayak apa dan Ipie udah ga pilih-pilih” ujarku sembari menulis pesan pada sahabat semenjak kelas 1 SMA yang tahu persis perjuanganku untuk bisa menikah.

“Perjuanganna ipie gelo”

“Ipie berjuang jiga nu gelo”

Yah, memang hanya para sahabat dan keluarga saja yg tahu bagaimana perjuangan yg sudah kulakukan.

“Kemarin Windy dengerin ceramah soal jodoh. Ada yg baru menikah setelah usia mereka 66th dan 76th. Keduanya masih singel belum pernah menikah dan mereka sudah pasrah. Tp kl Allah menakdirkan nikah ya nikah aja. Kadang org mah sk sok tau. Dia bakalan ngebujang selamanya y.pdahal mah Allah dah py rencana. Yang penting Ipie tetap jaga diri jangan kasih ama yg belum halal. “

Nyess.. lagi lagi sahabat yang satu ini membuat tangis sesakku berubah menjadi lega.

Alhamdulillah Allah senantiasa memberikan sahabat sahabat fillah.

Catatan

02.01.19

My Long Journey

18.01.19

Harus menjadi WANITA TANGGUH
itu yang ada dalam pikiranku saat ini.

Catatan ini dibuat pukul 02.30 dinihari.

Bukan perkara mudah menjalani kesendirian ditengah hirup pikuk mereka yang tidak tahu dan tidak harus tahu mengapa masih sendiri.

Kesendirian bukanlah sesuatu yang harus disesali, namun diupayakan untuk bisa survive.

Miris rasanya saat sudah tidak berada di ZONA nyaman jauh dari keluarga, harus mendapati kenyataan yg bukan katanya, namun mendengar dan melihat banyaknya wanita yang tidak berharga, bahkan mungkin lebih berharga seorang pelacur. Karena mereka punya tarif, bukan memberi secara free.

Seorang pelacur melakukan mungkin karena untuk menghidupi dirinya sendiri, walau sebenarnya itu tidak diperkenankan. Namun seorang wanita yang menyerahkan dirinya kepada bukan suami walau itu atas nama CINTA, menurut saya pribadi adalah hal konyol yang tidak punya harganya. Apalagi harga diri.

Bukan usil ataupun ngiri, naudzubillah. Mendapati situasi seperti ini telah banyak terjadi membuat rasa takut akan murka Allah semakin nyata.

Allah Ta’ala berfirman,

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imron: 110)

Dan saat manusia yang mengingatkan untuk kebaikan dimusuhi atau malah dianggap sok suci, maka murka Allah akan semakin dekat. Naudzubillah.

Jujur sedih sekali rasanya, namun ketika sebuah usaha sudah dilakukan malah mendapat feetback buruk, mungkin ikhtiar kebaikan harus dihentikan. MUNDUR dan menjauh semoga jawaban.

“YA ALLAH, senantiasa lindungilah aku dari kemungkaran hingga akhir hayatku kelak. Dan jadikanlah kesendirianku ini sebuah tiket yg bisa menambah berat amal Ayah Ibuku kelak di akhirat dan masuk surga.”

Aamiin Yaa Rabbal’alamiin

My Long Journey

14.01.19

Entah untuk yang kesekian kalinya, ditawarin buat coba ta’aruf.

Taaruf adalah berkenalan antara pria dan wanita secara islami yang bertujuan untuk mencari jodoh. Taaruf sangat berbeda dengan pacaran. Secara syari, taaruf diperintahkan oleh Rasulullah bagi setiap pasangan yang ingin menikah.

Perbedaan antara berpacaran dengan taaruf ialah dari segi tujuan dan manfaat.

1. Taaruf untuk perkenalan sebelum menikah. Jadi kalau keduanya merasa tidak cocok dapat menyudahi taarufnya. Sehingga dengan begitu tidak ada pihak yang dirugikan atau pun merugikan.

2. Taaruf itu lebih adil. Pada masa perkenalan diisi dengan saling tukar informasi tentang diri masing-masing baik itu kebaikan atau keburukannya. Misalnya, seperti mengidap penyakit tertentu, tidak bisa memasak atau lainnya. Hal ini berbeda dengan pacaran yang biasanya diselimuti dengan kepura-puraan.

3. Dengan taaruf bisa berusaha untuk mengenal calon serta mengumpulkan informasi sesingkat-singkatnya. Dalam hal ini dapat terjadi karena kedua belah pihak siap menikah dan siap membuka diri baik kelebihan maupun kekurangan. Dengan demikian dapat menghemat waktu.Sedangkan pacaran, meski berhubungan sangat lama terkadang masih merasa belum dapat mengenal pasangannya. Dengan begitu hanya membuang-buang waktu.

4. Melalui taaruf diperbolehkan mengajukan kriteria calon yang diinginkan. Jika ada hal-hal yang cocok bisa dilanjutkan, tapi kalau kurang cocok bisa dipertimbangkan dengan hati dan pikiran yang sehat. Keputusan akhir berdasarkan dengan berdialog dengan Allah melalui salat istikarah. Berbeda dengan berpacaran, terkadang hal buruk diterima meski hati kecilnya tidak menyukainya. Tetapi karena cinta terpaksa menerima.

5. Jika keduanya cocok, biasanya jangka waktu taaruf ke lamaran dan ke akad nikah tidak terlalu lama. Hal ini bisa menghindarkan dari berbagai perbuatan zina, termasuk zina hati. Selain itu, tidak ada perasaan yang ‘digantung’ pada pihak wanita. Sebab, semua itu tujuannya untuk memenuhi sunnah Rasulullah yakni menikah.

Dan ini entah ta’aruf yang keberapa kali. Dan rata-rata dalam.ta’aruf selalu ditawarkan yg usianya jauh dibawah.

Perbedaan usia memang bukan penghalang, jika jodoh insyaAllah KUN FAYAKUN.

Namun tetap usia yg terpaut jauh harus dijadikan bahan pertimbangan dan dialog kembali pada Allah, mengingat secara duniawi ada beberapa hal yg saya tau pasti menjadi hal umum akan terjadi.

Walahualam entah TAKDIR atau UJIAN, sejak dulu selalu bertemu dengan mereka yang usianya terpaut dibawah beberapa tahun. Dari mulai beda 8 bulan dibawah usia, 2 th dibawah, 4 tahun dibawah, 6 tahun dibawah dan sekarang 8 tahun dibawah. SUBHANALLAH.

Usia memang tidak menjamin seseorang dewasa, walau usia muda bisa saja lebih dewasa. Namun usia berdampak pada faktor emosi. Dan yang dibutuhkan oleh wanita seusia saya adalah seorang lelaki yg bisa membuat NYAMAN.

Let and See.. Tetap ikhtiar, tetap jalani anggap saja TEST DRIVE sebuah mobil.

WOLES kalau bahasa anak sekarang.

Untunglah hari ini menu makanan yg dimakan membuat hati bahagia. Sehingga sebuah whatsaap dari seorang teman yg menawarkan seseorang untuk ta’aruf dengan memberikan CV bisa dianggap ringan.

ISTIKHARAH itu jawabannya. Karena apa yg menurut kita baik belum tentu yg terbaik buat kita. Allah Maha Tau