Akhir Sebuah Perjalanan

Pelangi hatiku

Permintaan seorang Ibu

“Apakabar kamu, kekasih masa laluku? Baru kusadari tak ada yg sehebat kamu”

Bertahun-tahun tanpa disadari kumencari sosok seperti kekasih masa laluku. Dia yang begitu sempurna untuk usiaku yg masih belia.

“Kebanyakan wanita yang belum dan tidak menikah sampai usia tinggi karena patah hati. Sayang sekali ya, Mam. Waktu mudanya terbuang percuma.” Ujarku berbincang dengan mama disuatu sore nan cerah.
“Termasuk kamu salah satunya.” Mama menjawab spontan.

JLeB! Speechless 

Dan ini tidak pernah kusadari.

Seorang Ibu selalu tahu hati terkecil dan tersembunyi anaknya. Jangan pernah bohongi seorang Ibu karena akan menyakiti hatinya.

Move on dan lupakan, pintanya

Advertisements

May 17, 2017 Posted by | My Long Journey | Comments Off on Permintaan seorang Ibu

Untukmu yang kumanja kelak

Tak tau harus mengungkap apa, tak terhingga rasa berkecamuk di dada. Ingin menari seiring gamelan hati namun cinta masih sebuah ilusi.

Bayangmu seperti lukisan pagi, selalu ada tawa dalam canda, sehingga sketsa bahagia selalu saja ada.

Wahai engkau yang tercipta untuk kelak kumanja, tak ada yang paling kuharap selain keimamanmu kelak. Langkah tegap dalam kesholehan. Yang kelak akan membimbingku menuju bahagia.

April 24, 2017 Posted by | My Long Journey | Comments Off on Untukmu yang kumanja kelak

Kembali

Aku selalu senang memandang awan. Terlebih saat aku melaju dalam bisu diantara alunan musik yang membuaiku dalam mimpi.
Aku tak pernah jemu memandang langit nan biru. Karena dalam cahaya itu ada sebuah bahagia yang perlahan namun pasti menyusup dalam jiwa.
Aku selalu bahagia jika selalu punya waktu untuk melihat indahnya alam, terlebih dalam sebuah perjalanan yang tidak pernah membuatku lelah.
Dan aku berharap perjalananku selanjutnya kelak seindah apa yang selalu membuatku bahagia. 

Sederhana tapi penuh makna
Catatan 08.04.17

#mencobamenuliskembali#mencobakembalisepertidulu#mencobamengembalikanbahagiadiri#lifeissimple#bahagiaitusederhana#

April 8, 2017 Posted by | My Long Journey | Comments Off on Kembali

Counting down

Mimpilah seindah biduk menuju tepianPejamlah dalam dekapan rindu penuh doa

Nantikanlah kala kayuh telah usai hingga ketepi

Awal tahun ini dibuka dengan awal yang indah. 

Sedih.. jangan ditanya seperti apa rasanya. Perlahan namun pasti, kelelahan hati yang bertubi-tubi menemukan akhir. 

Alhamdulillah akhirnya istikharahku terjawab sudah. Jumat, 20 Januari 2017 vonis perampingan telah ada, dan aku adalah satu diantaranya.

Aku bukan sombong karena seolah tidak butuh pekerjaan, tapi aku berucap syukur karena beberapa doaku mohon perlindungan karena khawatirku terjawab sudah.

Insya Allah ini adalah yang terbaik dalam perjalanan hidupku, karena Allah memberikan kesabaran dan ketenangan dalam menghadapi kondisi ini.

Dan Alhamdulillah, aku punya keluarga, sahabat2 yang selalu ada saat aku membutuhkan.

Saat aku butuh sebuah kebahagiaan, seorang sahabat hadir  untuk menemaniku di penghujung bulan february. Sedikit berkurang bebanku dalam menghitung hari masa PHK.

Dia selalu ada menghiburku denganccaranya yang sederhana tapi selalu membuatku bahagia.

SAHABAT!

February 1, 2017 Posted by | My Long Journey | Comments Off on Counting down

Pemiliknya


Rindu jangan kau hibur aku dengan senyummu, karena setiap desahan nafas adalah cintaku pada pemiliknya.

Rindu jangan kau buai aku dengan indahmu nan semu, karena setiap degub jantungku adalah sebuah syukurku pada pemiliknya.

Rindu, biarkan kuselalu mengingatmu. Mengingat disela sujudku pada pemiliknya, mengingat disela dzikirku kepada pemiliknya.

Dan jika rindu itu adalah takdir pemiliknya untukku, akan kuucap syukur dengan tafakkur.

December 15, 2016 Posted by | My Long Journey | Comments Off on Pemiliknya

Cinta kapan menepi (cerbungkitkit)

Aku mengenalnya saat rokku masih abu-abu dan rambutku masih panjang terurai yang kadang masih basah sampai di sekolah karena terlalu tebal. Tapi aku mengenalnya bukan di sekolah melainkan disebuah koridor rumah sakit disuatu sore nan cerah. Dan ini terjadi 24 tahun yang lalu.

Kini aku bukan remaja dengan rok abu-abu lagi. Saat ini aku sudah menjadi seorang wanita dewasa dengan label wanita karir bukan iburumah tangga seperti cita-citaku saat SMA.

Pintu ruanganku terbuka saat sebuah wajah menyapaku dalam.tanya, “Mba… mobilku kayaknya musti dibawa ke bengkel secepatnya, apa punya kenalan?”

“Ada.” Ujarku spontan. Dan entah mengapa pikiranku langsung pada satu sosok yg bertahun-tahun aku tidak menyapanya, walo nomernya tersimpan rapih dalam memori phonebookkku.

Seolah mengulang masa 24 th yang lalu, selalu dan selalu dia meresponku dengan cepat, seolah tanyaku sudah dinanti olehnya sejak lama.

“Oh, bengkel ya..” ada nada melemah tidak seantusias di awal.  “Maapkan..” bisikku dalam diam.

“Maapkan.. ” kata-katanya mengusik lamunanku dan membuat terkejut

“Maapkan sudah lama aku tidak tinggal di Bandung lagi. “

Dan percakapan kami pun berakhir tanpa kata perpisahan. 

Malam kian larut, sementara rintik hujan dimalam terakhir libur panjang membuatku tak dapat terpejam.

Akhir-akhir ini dia begitu rajin memposting sesuatu, dan aku pun begitu. Seolah melalui inilah kami hanya dapat berkomunikasi. Saling memberitahu dalam.bisu.. kalau kami baik-baik saja.

Ya, dibawah alam.sadar kami, mungkin rasa cinta masih ada, namun takdir harus kami jalani dengan sebuah perjalanan yang entah bagaimana akhirnya. Namun pada kenyataannya ikatan diantara kami berdua mugkin masih ada

December 12, 2016 Posted by | My Long Journey | Comments Off on Cinta kapan menepi (cerbungkitkit)

Kisah TIGA buah Jam

Untuk masalah jam.tangan, sejak kecil aku paling selektif, dan konon katanya seleraku selalu bagus. Bukan karena modelnya yg gak pasaran, tapi kualitas dari jam.itu sendiri.
Ketiga jam tangan ini adalah jam yang paling kusuka dengan sebuah cerita tersendiri.
Jam yang terletak ditengah adalah jam yang kubeli dari gaji pertamaku rahun 1998 dengan harga Rp. 750.000,- dan saat itu nilai dollar masih Rp. 2000,-. Jam ini terbuat dari bahan Titanium, dimana titanium.adalah bahan untuk.badan pesawat. Sampai sekarang jam.tangan itu masih setia menemaniku setiap. Konom menurut tukang jam yang menjual.jam-jam.antik berkualitas, jam ku termasuk langka, karena saat itu adalah masa pertama munculnya jam.terbuat dari bahan titanium dan terhenti produksinya karena krisis moneter. Hingga kini tidak ada lagi produksi jam.dari bahan tersebut.
Jam kedua adalah jam sport berwarna hitam, ini adalah jam.hadiah doorprize saat acara kantor. Banyak orang yang mengincar jam.ini saat doorpruze dan tanpa diduga jan itu menjadi milikku. How lucky I am.
Jam ketuga adalah jam.masa kecilku, jam.ini sederhana, ringan sekali dan tahan air. Bisa dipakai untuk berenang dan mandi.Besok jam ini akan menjadi milik ponakanku tersayang yang akan merayakan ulang tahunnya yang ke 7 tahun.

Satu jam sudah bertugas dari 1998 sampai sekarang 2016. Saya jam lagi bertugas mulai beaok 27 Nopember 2016. Dan semoga jam.hitam segera bertugas segera menemani hari-hari suamiku kelak. Aamiin

November 26, 2016 Posted by | My Long Journey | 2 Comments

Kisah TIGA buah Jam

Untuk masalah jam.tangan, sejak kecil aku paling selektif, dan konon katanya seleraku selalu bagus. Bukan karena modelnya yg gak pasaran, tapi kualitas dari jam.itu sendiri.

Ketiga jam tangan ini adalah jam yang paling kusuka dengan sebuah cerita tersendiri.

Jam yang terletak ditengah adalah jam yang kubeli dari gaji pertamaku rahun 1998 dengan harga Rp. 750.000,- dan saat itu nilai dollar masih Rp. 2000,-. Jam ini terbuat dari bahan Titanium, dimana titanium.adalah bahan untuk.badan pesawat. Sampai sekarang jam.tangan itu masih setia menemaniku setiap. Konom menurut tukang jam yang menjual.jam-jam.antik berkualitas, jam ku termasuk langka, karena saat itu adalah masa pertama munculnya jam.terbuat dari bahan titanium dan terhenti produksinya karena krisis moneter. Hingga kini tidak ada lagi produksi jam.dari bahan tersebut.

Jam kedua adalah jam sport berwarna hitam, ini adalah jam.hadiah doorprize saat acara kantor. Banyak orang yang mengincar jam.ini saat doorpruze dan tanpa diduga jan itu menjadi milikku. How lucky I am.

Jam ketuga adalah jam.masa kecilku, jam.ini sederhana, ringan sekali dan tahan air. Bisa dipakai untuk berenang dan mandi.Besok jam ini akan menjadi milik ponakanku tersayang yang akan merayakan ulang tahunnya yang ke 7 tahun.
Satu jam sudah bertugas dari 1998 sampai sekarang 2016. Saya jam lagi bertugas mulai beaok 27 Nopember 2016. Dan semoga jam.hitam segera bertugas segera menemani hari-hari suamiku kelak. Aamiin

November 26, 2016 Posted by | My Long Journey | 3 Comments

The way you look tonight

Some day, when I’m awfully low,When the world is cold, I will feel a glow just thinking of you. And the way you look tonight.

You’re lovely, with your smile so warm. And your cheeks so soft, There is nothing for me but to love you. And the way you look tonight.


I hope someday I will  walk away, with a magic pray. Only to find you and love you, with whole my day.


November 21, 2016 Posted by | My Long Journey | Comments Off on The way you look tonight

Sebuah Nostalgia

Aku pulang dengan nafas terengah-engah karena berlari. Tas sekolah yang kubawa tadi pagi tertinggal di dalam kelas.

“Biiiii… cepet buka pintuuuuu@#$” teriakku setengah panik nyaris manjat pintu pagar halaman yang terbilang cukup tinggi.

Bi Edoh pembantu sejak aku kecil tergopoh membukaksn pintu. Dari arah pintu belakang kulihat si pusi berlari menyambutku.

Kuambil si pusi sembari kupeluk menuju kamar. Teriakan Bi Edoh menanyakan tas yang kubawa tidak kuhiraukan.

Pusi kucing kesayanganku berwarna putih bersih dengan noda hitam tepat di ujung hidung mengeong seolah bertanya. Dengan lidahnya yang hangat, dijilatnya telapak tanganku meminta penjelasan.

“Tadi ada anak laki-laki baru masuk, dia seenaknya injak-injak ruang kelas yang udah aku pel dan membuang taplak meja yang udah aku pasang. Waktu kutegur, dia malah ngetawain aku. Udah aja aku tonjok dan hidungnya berdarah Pus… aku takut” isakku sambil memeluk.pusi.

“Ya, Allah.. kamu tonjok hidung anak laki-laki sampai berdarah?”tiba-tiba mama dudah masuk ke dalam kamarku. Wajahnya panik, terlebih terdengar bel pintu depan bunyi berkali-kali. 

Aku semakin ketakutan, nyaris ngumpet kolong tempat tidur saat mama keluar untuk melihat siapa yang datang. Tidak.lama kemudian mama masuk bersama Wida sahabatku sembari membawa tas yang tertinggal.

“Fhi… itu Didin diluar mau minta maap ama kamu, hidungnya gak kenapa-kenapa kok.” Ujar Wida membujukku.

#Bandung, 18.11.16, tiba-tiba kangen sahabat-sahabat SD Kuningan V (Wieda, Tien, Syam, Toni, Ade Arif)

November 18, 2016 Posted by | My Long Journey | 2 Comments

Kunang-kunang

Pemimpi, ajari aku terbang

Tak Selesai

Sekedar Catatan Perjalanan

ELIN'S BLOG

"Seorang cerewet yang menuangkan kecerewetannya dalam kalimat "

KRIRIEN

sekadar merapikan kenangan

Rangga

catatan refleksi & pemikiran

Coretan ku

Hidup sekali, hiduplah yang berarti... :)

.kata.frasa.asa.

Sepotong kata. Sebait frasa. Sekeping asa. Merindu makna. Media berkaca dalam putaran masa.

Sustainable Hopes

.: Ketika Harapan Adalah Energi Kehidupan :.

D Sukmana Adi

Ordinary people who want to share experiences

dbonteng

Familly

My Rainbow Village

It's about I, You, and We!

Merangkai Kata, Mengungkap Makna

Syukuri, Cintai, Tekuni. Alhamdulillah :)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Hendricus Widiantoro

Menikmati Kesederhanaan Hidup Dalam Syukur KepadaNya

Cerita Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

meyrinamatondang

the life of a very ordinary yet unexpected peculiar mom

SanWa Journeys

by Sandrine Tungka

Martina Nofra Panai

InsyaAllah 2017

WARTA KAYONG

Media Online:Tegas-Tajam & Realitas

RANGTALU

sebelum semua hilang dari ingatan

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Rumah Rifa'i Ar Riyadh

Harian Rifai Ar Riyadh

and The Story goes on..

Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?)

selseya

welcome....di dunia imajinasi~

JaTiara

A Diary To Review & Share My Random Memories

Apel Hijau

Another Kakmoly's Home