My Long Journey

Permintaan seorang Ibu

“Apakabar kamu, kekasih masa laluku? Baru kusadari tak ada yg sehebat kamu”

Bertahun-tahun tanpa disadari kumencari sosok seperti kekasih masa laluku. Dia yang begitu sempurna untuk usiaku yg masih belia.

“Kebanyakan wanita yang belum dan tidak menikah sampai usia tinggi karena patah hati. Sayang sekali ya, Mam. Waktu mudanya terbuang percuma.” Ujarku berbincang dengan mama disuatu sore nan cerah.
“Termasuk kamu salah satunya.” Mama menjawab spontan.

JLeB! Speechless 

Dan ini tidak pernah kusadari.

Seorang Ibu selalu tahu hati terkecil dan tersembunyi anaknya. Jangan pernah bohongi seorang Ibu karena akan menyakiti hatinya.

Move on dan lupakan, pintanya

Advertisements
My Long Journey

Untukmu yang kumanja kelak

Tak tau harus mengungkap apa, tak terhingga rasa berkecamuk di dada. Ingin menari seiring gamelan hati namun cinta masih sebuah ilusi.

Bayangmu seperti lukisan pagi, selalu ada tawa dalam canda, sehingga sketsa bahagia selalu saja ada.

Wahai engkau yang tercipta untuk kelak kumanja, tak ada yang paling kuharap selain keimamanmu kelak. Langkah tegap dalam kesholehan. Yang kelak akan membimbingku menuju bahagia.

My Long Journey

Kembali

Aku selalu senang memandang awan. Terlebih saat aku melaju dalam bisu diantara alunan musik yang membuaiku dalam mimpi.
Aku tak pernah jemu memandang langit nan biru. Karena dalam cahaya itu ada sebuah bahagia yang perlahan namun pasti menyusup dalam jiwa.
Aku selalu bahagia jika selalu punya waktu untuk melihat indahnya alam, terlebih dalam sebuah perjalanan yang tidak pernah membuatku lelah.
Dan aku berharap perjalananku selanjutnya kelak seindah apa yang selalu membuatku bahagia. 

Sederhana tapi penuh makna
Catatan 08.04.17

#mencobamenuliskembali#mencobakembalisepertidulu#mencobamengembalikanbahagiadiri#lifeissimple#bahagiaitusederhana#

My Long Journey

Counting down

Mimpilah seindah biduk menuju tepianPejamlah dalam dekapan rindu penuh doa

Nantikanlah kala kayuh telah usai hingga ketepi

Awal tahun ini dibuka dengan awal yang indah. 

Sedih.. jangan ditanya seperti apa rasanya. Perlahan namun pasti, kelelahan hati yang bertubi-tubi menemukan akhir. 

Alhamdulillah akhirnya istikharahku terjawab sudah. Jumat, 20 Januari 2017 vonis perampingan telah ada, dan aku adalah satu diantaranya.

Aku bukan sombong karena seolah tidak butuh pekerjaan, tapi aku berucap syukur karena beberapa doaku mohon perlindungan karena khawatirku terjawab sudah.

Insya Allah ini adalah yang terbaik dalam perjalanan hidupku, karena Allah memberikan kesabaran dan ketenangan dalam menghadapi kondisi ini.

Dan Alhamdulillah, aku punya keluarga, sahabat2 yang selalu ada saat aku membutuhkan.

Saat aku butuh sebuah kebahagiaan, seorang sahabat hadir  untuk menemaniku di penghujung bulan february. Sedikit berkurang bebanku dalam menghitung hari masa PHK.

Dia selalu ada menghiburku denganccaranya yang sederhana tapi selalu membuatku bahagia.

SAHABAT!

My Long Journey

Pemiliknya


Rindu jangan kau hibur aku dengan senyummu, karena setiap desahan nafas adalah cintaku pada pemiliknya.

Rindu jangan kau buai aku dengan indahmu nan semu, karena setiap degub jantungku adalah sebuah syukurku pada pemiliknya.

Rindu, biarkan kuselalu mengingatmu. Mengingat disela sujudku pada pemiliknya, mengingat disela dzikirku kepada pemiliknya.

Dan jika rindu itu adalah takdir pemiliknya untukku, akan kuucap syukur dengan tafakkur.

My Long Journey

Cinta kapan menepi (cerbungkitkit)

Aku mengenalnya saat rokku masih abu-abu dan rambutku masih panjang terurai yang kadang masih basah sampai di sekolah karena terlalu tebal. Tapi aku mengenalnya bukan di sekolah melainkan disebuah koridor rumah sakit disuatu sore nan cerah. Dan ini terjadi 24 tahun yang lalu.

Kini aku bukan remaja dengan rok abu-abu lagi. Saat ini aku sudah menjadi seorang wanita dewasa dengan label wanita karir bukan iburumah tangga seperti cita-citaku saat SMA.

Pintu ruanganku terbuka saat sebuah wajah menyapaku dalam.tanya, “Mba… mobilku kayaknya musti dibawa ke bengkel secepatnya, apa punya kenalan?”

“Ada.” Ujarku spontan. Dan entah mengapa pikiranku langsung pada satu sosok yg bertahun-tahun aku tidak menyapanya, walo nomernya tersimpan rapih dalam memori phonebookkku.

Seolah mengulang masa 24 th yang lalu, selalu dan selalu dia meresponku dengan cepat, seolah tanyaku sudah dinanti olehnya sejak lama.

“Oh, bengkel ya..” ada nada melemah tidak seantusias di awal.  “Maapkan..” bisikku dalam diam.

“Maapkan.. ” kata-katanya mengusik lamunanku dan membuat terkejut

“Maapkan sudah lama aku tidak tinggal di Bandung lagi. “

Dan percakapan kami pun berakhir tanpa kata perpisahan. 

Malam kian larut, sementara rintik hujan dimalam terakhir libur panjang membuatku tak dapat terpejam.

Akhir-akhir ini dia begitu rajin memposting sesuatu, dan aku pun begitu. Seolah melalui inilah kami hanya dapat berkomunikasi. Saling memberitahu dalam.bisu.. kalau kami baik-baik saja.

Ya, dibawah alam.sadar kami, mungkin rasa cinta masih ada, namun takdir harus kami jalani dengan sebuah perjalanan yang entah bagaimana akhirnya. Namun pada kenyataannya ikatan diantara kami berdua mugkin masih ada

My Long Journey

Kisah TIGA buah Jam

Untuk masalah jam.tangan, sejak kecil aku paling selektif, dan konon katanya seleraku selalu bagus. Bukan karena modelnya yg gak pasaran, tapi kualitas dari jam.itu sendiri.
Ketiga jam tangan ini adalah jam yang paling kusuka dengan sebuah cerita tersendiri.
Jam yang terletak ditengah adalah jam yang kubeli dari gaji pertamaku rahun 1998 dengan harga Rp. 750.000,- dan saat itu nilai dollar masih Rp. 2000,-. Jam ini terbuat dari bahan Titanium, dimana titanium.adalah bahan untuk.badan pesawat. Sampai sekarang jam.tangan itu masih setia menemaniku setiap. Konom menurut tukang jam yang menjual.jam-jam.antik berkualitas, jam ku termasuk langka, karena saat itu adalah masa pertama munculnya jam.terbuat dari bahan titanium dan terhenti produksinya karena krisis moneter. Hingga kini tidak ada lagi produksi jam.dari bahan tersebut.
Jam kedua adalah jam sport berwarna hitam, ini adalah jam.hadiah doorprize saat acara kantor. Banyak orang yang mengincar jam.ini saat doorpruze dan tanpa diduga jan itu menjadi milikku. How lucky I am.
Jam ketuga adalah jam.masa kecilku, jam.ini sederhana, ringan sekali dan tahan air. Bisa dipakai untuk berenang dan mandi.Besok jam ini akan menjadi milik ponakanku tersayang yang akan merayakan ulang tahunnya yang ke 7 tahun.

Satu jam sudah bertugas dari 1998 sampai sekarang 2016. Saya jam lagi bertugas mulai beaok 27 Nopember 2016. Dan semoga jam.hitam segera bertugas segera menemani hari-hari suamiku kelak. Aamiin